Posting Terbaru
Data Posting

Jumat, 04 Januari 2013

Kamus Bahasa Dayak Ngaju + Peribahasa



Jafa-Info - Belajar Bahasa Dayak Ngaju yuuuk,......
 

Bahasa Dayak Ngaju Part I 

Aku = aku
Ikau = Kamu
Ikei = Kami
Ketun = Kalian
Itah = Kita

Kuman = makan
Mihup = Minum
Nanjung = Jalan
Menter = berbaring
Batiruh = tidur
Misik = bangun

Hanjewu - Sunsung = Pagi
Handau = Siang
Halemei = Sore
Hamalem = Malam

------------------------------------------------
Bahasa Dayak Ngaju Part II
Uras = Semua
Toh (Jitoh) = ini
Auh = suara - (bisa bunyi, bisa juga kata-kata)
Iye = Dia
Maimbit = Membawa
Awie = Karena
Riam = Jeram
Tuntang = Dengan
Eka = Tempat
Keleh = Sebaiknya
Itih-itih = Pilih-pilih
Arep = Diri Sendiri
Hetoh = Sini
Sanan = Kasih Tahu/memberi tahu
Keton = Kalian
Atei = hati
Aloh = Meskipun


---------------------------------------------
Lagi nih Bahasa Dayak Ngaju Part III

Bahandang = merah
Bahenda = kuning
Babilem = hitam
Baputi = putih

ije = satu
due = dua
telo = tiga
epat = empat
lime = lima
jahawen = enam
uju = tujuh
hanya = delapan
jalatien = sembilan
sapuluh = sapuluh
hitungan berikutnya sama saja misalnya sebalas, duebalas, telobalas dst
hitungan sampai ratusan sama saja misalnya saratus, dueratus dst
Sakuyan = seribu


Jangan Lupa GRP - nya
--------------------------------------------------------



Nama-nama di bagian tubuh

Balaw (baca: ba-law) = rambut
Urung (baca: u-rung) = hidung
Pinding (baca: pin-ding) = telinga
Mata (baca: ma-ta) = mata
Uyat (baca: u-yat) = leher
Takuluk / kuluk (baca: ta-ku-luk / ku - luk) = kepala
Usuk (baca: u-suk) = dada
Toso (baca: to-so) = dada wanita
Ijang (baca: i-jang) = dagu
Jela (baca:je-la; pengucapan e seperti pengucapan huruf e pada "bebek") = lidah
Kasinga (baca: ka-sing-nga) = gigi
Balengkung (baca: ba-leng-kung; pengucapan e seperti pengucapan huruf e pada "bebek") = tenggorokan
Biweh (baca: bi-weh; pengucapan e seperti pengucapan huruf e pada "bebek") = bibir
Lenge (baca: leng-nge; pengucapan e seperti pengucapan huruf e pada "bebek") = tangan
Pai (baca: pai; disambung; bukan pay) = kaki
Silu (baca: si-lu) = kuku
Utut (baca: u-tut) = lutut
Sapak (baca: sa-pak) = paha
Penang (baca: pe-nang; pengucapan e seperti pengucapan huruf e pada "bebek") = betis
Para (baca: pa-ra) = pantat
------------------------------------------------------------------------


Bahasa Dayak Ngaju Part IV
Pasah = rumah
huma = lebih kecil dari pasah (rumah)
puduk = lebih kecil lagi dari huma sama dengan pondok
dukuh = rumah yang ada di ladang, kadang kata dukuh bisa di artikan tempat berladang. Kadang sebuah dukuh bisa menjadi desa karena banyak yang ikut tinggal di daerah tersebut
Hatue = laki=laki
Bawie = perempuan
Bue = kakek
Tambie = nenek
Mama = Paman
Mina = Bibi
Kaka = kakak
Andi = adik
Apang/bapa = ayah
Indang/indu = ibu
Aken = keponakan
Durang Pahari = Sanak Saudara
Pahari = saudara

Jangan bosan belajar yah
 -----------------------------------------------------------------------------


Bahasa Dayak Ngaju Part V

Manuk = ayam
Bawui = babi
Hadangan = Kerbau
Pusa = Kucing
Balawau = Tikus
Bakei = Kera
Lakang = betina
Jagao = jantan
Danum = Air
Apui = Api
Petak = Tanah
Riwut = Angin
Kiri = Sambil
Kanan = Gantau
Kaki = Pai
Tangan = Lenge
Berjalan = Mananjung
Jalan = Karatak
Datang = Dumah
Berenang = Hanangoi
Kotor = Papa
Kulit = Upak
Belakang = Likut
Samping = Balikat
Hati = Atei  --------------------------------------------------------------------

Bahasa Dayak Ngaju Part VI

Atas = Hunjun/Ngambu
Bawah =Penda/Ngiwa
Mengetahui = Mangatawan
Berpikir =Bapikir
Takut = Mikeh
Darah = Daha
Kepala = Takuluk
Leher = Uyat
Rambut = Balau
Hidung = Urung
Bernafas = Manahaseng
Mulut = Nyama
Gigi = Kasinga
Telinga = Pinding
Lidah = Jela
Tertawa = Tatawe
Menangis = Manangis
Diam = Benyem
Muntah = Muta
Meludah = Maluja
Makan = Kuman
Mengunyah = Manyipa
--------------------------------------------------------------------



Bahasa Dayak Ngaju Part VII
Masak =Mampakasak
Minum =Mihup
Mengigit = Mangirut/Mamangkit
Menyedot = Minyup
Mendengar = Mahining
Tidur = Batiruh
Bangun = Misik
Mimpi = Nupi
Duduk = Munduk
Berdiri = Mendeng
Orang = Uluh
Suami = Bana
Istri = Sawa
Nama = Aran
Berbicara/Bersuara = Hamauh
Mengikat = Mameteng
Jarum = Pilus
Berburu = Mengan (khusus berburu burung)
Berburu = Mandup (berburu hewan berkaki empat)
Mencuri = Manakau
Membunuh = Mampatei
Mati = Matei
Hidup = Belum
Memotong = Manetek
Membelah = Manyila
Tajam = Batajim
Tumpul = Kadian
Menanam = Mimbul
Memilih = Mintih
Membeli = Mamili
Membuka = Mukei
Membuang = Manjakah/manganan -------------------------------------------------------------------

lanjut lagi ah :::

Bahasa Dayak Ngaju Part VIII

Jatuh = Manjatu
Busuk = Maram
Dahan = Edan
Daun = Dawen
Akar = Uhat
Buah = Bua
Rumput = Uru
Mengalir = Mahasur
Garam = Uyah
Keasinan = Bakahing
Dingin = Sadingen
Panas = Balasut
Kering = Keang
Basah = Bisa
Berat = Babehat
Ringan = Mahian
Membakar = Mamapoi
Asap =Asep
Abu = Kawu
Arang = Buring
Besar = Hai
Kecil = Kurik
Lebar = Lumbah
Sakit = Pehe
Malu = Mahamen
Berani = Bahanyi
Tua = Bakas
Baru = Haru
Lama = Tahi
Bagus = Bahalap
Jelek = Papa
Malam = Hamalem
Siang = Andau
Tahun = Nyelu
Kapan = Hamparea
Sembunyi = Manyahukan
Naik = Mandai
Di Atas = Hung Hunjun/Ngambu
Di Bawah = Hung Penda
Ini = Jituh
Itu = Jete
Dekat = Tukep
Jauh = Kejau
Dimana = Hung Kueh
Apa = Narai
Siapa = Eweh
Bukan =Beken
Semua = Uras
Dan = En
Jika/Bila = Amun
Bagaimana = Kilenampi
Tidak = Dia
Menghitung = Mise  -------------------------------------------------------------
Bahasa Dayak Ngaju part IX

Tatu hiang = Leluhur
Impa ewen = Diintai orang
Hanjak = Suka,senang.
Hakarendeng = Saling mengingatkan
Langena = Kepalang.
Panyamkom = Pengalaman.
Panyondau = Penemuan, pengalaman pribadi.
Handalem = Dalam.
Babehat rimae = Luas artinya.
Talimbas = Terlepas.
Langak = Lalai, lengah.
Mahambang = Menghalang, menghambat.-
Iweh = Air liur.
Mangat =Enak.
Mangandahau =Mendambakan.
Macung = Mendorong.
Mahambang =Menghalang.
Jawet,ramo =Harta benda.
Tamunan = Gambaran, duplikat.
Mayanang uhat tolang = Menyenangkan diri.
Batisa = Tersisa.
Maranrep Hatalla = Mendekatkan diri kepada Allah.
Dia purun = Tak tega, tak sampai hati.
Manalua = Membiarkan.
Ilaku = Diminta.
Inyuho = Disuruh.
Nganya –nganya = Menonjol, mengedapankan diri.
Ngaku –ngakun = Mengaku – ngaku.
Ngalingu = Terkenang –kenang.
Mandoi hajau (habajau) = Mandi sambil bermain –main di air.
Habumbun = Permainan sejenis petak umpet, menyembunyikan
Sesuatu didalam air sambil menyelam dan pihak lawan
Bermain berusaha mencarinya.
Tembak tutus = Alat (senjata) terbuat dari ruas bambu sebesar jari
Telunjuk tangan, kedua ujung ruas disumpal dengan
Kertas yang sudah dilembutkan dengan air / atau
Dengan biji –bijian yang sebanding dengan rongga ruas
Bambu, lalu ditutus (ditekan )kearah sasaran sehingga
Menimbulkan suara letupan yang cukup keras.
Malaok = Mencari ikan.
Mambilis (bilis) = Mencari bilis, (bilis) = Kawanan besar ikan kecil.
Ranen = Dan lain –lain, dan sebagainya.
Ingalapean = Dilupakan.
Ingenang = Dikenang.
Badawa = Mengira, menuduh.
Are uyah kinae = banyak makan garam,banyak pengalaman.- ----------------------------------------------------------------
Bahas Dayak Ngaju part X

Mangandahau = Mendambakan
Kanahuang = Keinginan/hasrat
Lunuk ramba = Beringin yang subur
Mangajang = Manaungi/menutup
Lewu pulu = Banyak kampung/banyak tempat
Tingkap = Kemah, pondok, rumah
Ingilak rakyat = Diinginkan rakyat
nyaraii = aji mumpung (mumpung)
ali-alis = miri-mirip
mapai kea = rasa lucu / rasa aneh
kalah tingkas = kalah gaya / kalah penampilan
dia kalah tingkas = tidak kalah penampilan
atuh = pengaturan/pengelolaan
basiak = buas, ganas
manyahukan = bersembunyi
mamangkit = manggigit
manggayar = merayap
marakee = memperdulikan
malekak = malepaskan
mahantuk = membenturkan (kepala)
nahagampang = manyepelekan
kanateke = ada kalanya
Layap latap = Tidak keruan/tidak terarah
Inanggare = Di juluki/diberi nama
Marutap = Pekerjaan yang tak terarah (cenderung pekerjaan tidak terpuji)
Humung = Menyangkut kemampuan etika dan estetika yang rendah
Barendeng = Sadar/waras
Mipen = Mengingini
Kanahuang = Kemauannya/keinginannya
Ngaraen = Mengganggu
Tampung puser = Anak kandung (kiasan)
Pasuru kesah = Mendengar cerita/berita
Lelei = Teka teki
peteh = pesan
sarurui = sesuai
Pampingat = Peringatan
Uhat = akar
Ayungku = Kepunyaanku
Bacurai : Adu ketahanan berpusing
Ukuh : Bertahan lama
Hundi : Berpusing/Berputar
Manukas : Memastikan
Parusik : Permainan
Kacinik : Kecepatan putaran
Karehu : sedang musiknya
Isen Mulang Petehku
==========================================================================


Bonus sedikit Auh Tanding (Pribahasa)

Ampit Manak Tingang = Burung Pipit beranakan Tingang (biasanya disebut enggang). Kalau tidak salah, pribahasa ini artinya adalah walaupun orang tuanya miskin dahuluya, telah bekerja keras meyekolahkan anaknya sampai berhasil dan anaknya di kemudian hari sukses dan mengakat derajat keluarga dari yang papa hina menjadi orang terpandang. Semua itu di lakukan dengan kerja keras tidak di dapat secara instan.

Nawan lapas, nekap talimbas = dirangkul/yang sudah di dalam tangan lepas, hendak menangkap kembali namun terlambat. Kalau tidak salah, pribahasa artinya ini artinya bila kita punya kesempatan, janganlah kesempatan itu di sia-siakan apalagi sampai terlepas, lebih baik pegang kuat-kuat dan seriuslah menjalankannya sesuai dengan kekuatan dan keahlian masing-masing, sebab bila sudah terlepas akan sulit kembali untuk mendapatkanya.

Ela Kuman Nanselo Batu = Jangan makan mendahului batu. Kalau tidak salah, artinya adalah sebagai manusia yang paling muda adalah wajib menghormati orang yang lebih tua, atau wajib juga kita mensyukuri apa yang telah kita dapat sebelum kita menikmati apa yang telah diberikan kepada kita. Utamakan kepentingan orang lain dahulu bila kepentingan kita masih bisa di tunda. Jaman dulu sampai sekarang salah satu acara sakral yang dilakukan oleh masyarakat dayak setelah memanen padi dan sebelum menikmatinya, terlebih dahulu pasti akan dilaksanakan acara "Pakanan Batu" yaitu upacara ucapan terima kasih kepada batu asah, yang telah menajamkan pisau beliung, pisau langgei, gentu ranen dan segala perkakas untuk berladang ( ini dilakukan oleh masyarakat Kaharingan) dan mereka biasanya tidak akan memakan hasil panennya bila tidak melasanakan acara "pakanan batu" tersebut.

Makang Limbah Lawu = Mencari pegangan setelah jatuh. Kalau tidak salah artinya seperti ini, janganlah kita membuat sebuah pengokoh setelah kita jatuh, sebaiknya sebelum jatuh harus sudah pegangan yang kuat, dan kita harus waspada terhadap hal yang sekecil apapun, contohnya seperti narkoba, dimana-mana selalu ada sosialisasi untuk menjauhi narkoba itu merupakan salah satu pegangan bagi kita bahwa narkoba itu berbahaya, juga Hukum yang menangani hal tersbut merupakan pengokoh bagi kita. jadi jangan sampai terjadi seperti pribahasa 'Makang Limbah Lawu', tetapi sediakan lah pakang ( tempat berpegang kalau naik turun tangga) telebih dahulu agar kita tidak jatuh.(TuaGila) - Jafa-Info


Sumber : http://klikdevi.blogspot.com/
Postingan Terkait Lainnya :


Widget by Jafa-Info
Protected by Copyscape DMCA Copyright Search

0 komentar:

Poskan Komentar